Rukun Islam dan Menegakkan Syariat
Rabu, 24 April 2013
0
komentar
Dalam sebuah riwayat diterangkan, bahwa ketika utusan rombongan Abdul-Qais sampai di kota Madinah, maka semua rombongan segera pergi menghadap Rasulullah saw kecuali Al-Asyaj. Dia tenang-tenang berganti pakaian dan menghias diri, baru kemudian menghadap Rasulullah. Ketika Rasulullah bertanya kepada rombongan itu: "Adakah kalian mewakili kaummu?" Mereka menjawab: "Ya, benar." Tetapi Al-Asyaj justru berkata: "Wahai Rasulullah, kami akan berbaiat (berjanji setia) untuk diri kami. Kemudian bila kami ke kampung halaman, maka akan menyampaikan ajaran-ajaranmu kepada kaum kami. Karena itu, barang siapa tunduk patuh, maka dia termasuk golongan kami. Dan barangsiapa menentang maka terserah." Oleh karena itu kemudian Rasulullah saw memuji kepada Al-Asyaj: "Engkau memiliki dua sifat yang sangat dicintai Allah swt: ketenangan dan kesabaran."
Perlu dimengerti bahwa pada dasarnya hadis di atas menerangkan tentang rukun Iman dan rukun Islam, serta perintah agar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Demikian pula menerangkan tentang perintah menuntut ilmu dan menyebar-luaskannya kepada umat manusia, serta perintah agar mentaati hukum-hukum agama.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Rukun Islam dan Menegakkan Syariat
Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://hadisshahih.blogspot.com/2013/04/rukun-islam-dan-menegakkan-syariat.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5
0 komentar:
Posting Komentar