Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget Google Translate by Indosoftgame

Mengajak Bertauhid ketika Sakaratul-Maut

Posted by Unknown Jumat, 03 Mei 2013 0 komentar
Diriwayatkan dari Musayyab bin Hazn ra, dia telah berkata: "Rasulullah saw menziarahi Abu Thalib pada saat dia sedang payah menghadapi sakaratul-maut. Di sana Rasulullah mendapati Abu Jahal bin Hisyam dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Mughirah berada di sisinya. Rasulullah saw kemudian bersabda kepada Abi Thalib: "Pamanku, ucapkanlah dua kalimah syahadat. Aku akan menjadi saksi bagimu di hadapan Allah swt nanti." Lalu Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah mencela, seraya berkata: "Wahai Abu Thalib, relakah kamu meninggalkan agama Abdul Muthalib?" Namun demikian Rasulullah saw tidak berputus asa, malah tetap mengajarkan kepadanya untuk mengucapkan dua kalimah syahadat serta berkali-kali mengulanginya, sehingga Abi Thalib menjawab yang jawaban itu sebagai ucapan terakhir kepada mereka, bahwa dia tetap bersama dengan agama Abdul Muthalib, dan enggan untuk mengucapkan dua kalimah syahadat. Rasulullah saw kemudian bersabda: "Demi Allah, aku akan memohonkan ampunan kepada Allah untukmu," sehingga kemudian Allah menurunkan ayat: 113 Surat At-Taubah yang menegaskan: "Tidaklah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan kepada Allah bagi orang-orang musyrik yang menjadi penghuni neraka Jahim." Perihal peristiwa Abi Thalib, Allah swt telah mengabadikan dalam Surat Al-Qashash ayat: 56 yang menegaskan: "Sesungguhnya engkau, wahai Muhammad, tidak berkuasa memberi hidayah (petunjuk) kepada siapapun yang engkau kasihi agar dia menerima Islam. Tetapi hanya Allah sajalah yang bekuasa memberi petunjuk kepada siapapun yang dikehendaki sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Dan hanya Dia sajalah yang lebih mengetahui siapakah orang-orang yang ada persediaan untuk mendapatkan petunjuk memeluk Islam."

Hadis di atas menerangkan tentang perintah untuk memastikan keislaman seseorang pada saat sakaratul-maut atau mendekati kematian. Tidak disyariatkan untuk berulang kali mengajak agar seseorang mengucapkan kalimah syahadat ketika sedang sakaratul-maut. Bagi orang-orang musyrik boleh hanya diajak membaca istighfar kepada Allah, tidak harus membaca dua kalimah syahadat. Dari keterangan di atas dapat dimengerti pula, bahwa orang yang meninggal dalam keadaan musyrik tetap akan menjadi penghuni neraka untuk selama-lamanya. Perihal petunjuk, hanya Allah semata yang dapat memberikannya kepada seseorang. Rasulullah sekalipun, tidak dapat memberikan petunjuk kepada kerabatnya untuk beriman, apalagi meraih husnul-khatimah. Sebagai bukti adalah ajakan Rasulullah kepada pamannya Abi Thalib untuk mengucapkan kalimah tauhid, ternyata tidak berhasil. Dan peristiwa tersebut telah diabadikan dalam Al-Qur'an. 
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Mengajak Bertauhid ketika Sakaratul-Maut
Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://hadisshahih.blogspot.com/2013/05/mengajak-bertauhid-ketika-sakaratul-maut.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Download Film

Ricky Pratama's Blog support EvaFashionStore.Com - Original design by Bamz | Copyright of Hadis-Hadis Shahih.

dakwatuna.com

VIVAnews

news.detik

Berita Dan Informasi Online Indonesia - okezone.net