Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget Google Translate by Indosoftgame

Penegakan Tauhid dan Syariat

Posted by Unknown Minggu, 28 April 2013 0 komentar
Diriwayatkan dari abu hurairah ra, dia telah berkata: "Sewaktu Rasulullah saw wafat, Abu Bakar Shidiq ra langsung memegang puncak pimpinan pemerintahan sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Rasulullah saw. Keadaan ini menyebabkan beberapa kelompok masyarakat Arab kembali menjadi kafir. Umar bin Khathab ra kemudian bertanya kepada Abu Bakar: "Bagaimana kamu akan memerangi manusia sedangkan Rasulullah saw telah bersabda: "Aku diperintahkan agar memerangi manusia sehingga mereka mengucapkan dua kalimah syahadat. Barangsiapa mengucapkannya berarti jiwa dan hartanya terpelihara dan mendapatkan perlindungan dariku, kecuali apabila melakukan hal-hal yang dibenarkan oleh syariat untuk diambil tindakan, dan segalanya terserah kepada Allah swt untuk menentukannya." Abu Bakar menjawab: "Demi Allah, aku akan memerangi mereka yang membedakan antara shalat dan zakat, karena zakat merupakan tuntutan syariat terhadap harta. Demi Allah, andaikata mereka enggan membayar zakat tersebut, sedangkan mereka pernah membayarnya kepada zaman Rasulullah saw, maka aku tetap akan memerangi mereka."

Hadis diatas menerangkan tentang perintah memerangi umat manusia, hingga mereka mengucapkan dua kalimah syahadat, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, serta mempercayai apa yang dibawa Rasulullah saw. Barangsiapa melakukan semua tuntutan tersebut niscaya jiwa dan hartanya terpelihara serta mendapatkan perlindungan, kecuali apabila melakukan hal-hal yang dibenarkan syara' untuk diambil tindakan. Bila itu terjadi, maka hendaklah dia senantiasa berserah diri kepada Allah swt. Di sisi lain hadis diatas juga menerangkan tentang keharusan memerangi orang yang tidak mau mengeluarkan zakat, atau tidak mau menunaikan tuntutan syariat yang lain. Karena itu seorang penguasa harus berani mengambil tindakan terhadap mereka dalam rangka menegakkan syariat Islam.

Baca Selengkapnya ....

Rukun Islam dan Menegakkan Syariat

Posted by Unknown Rabu, 24 April 2013 0 komentar
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia telah berkata: "Suatu ketika rombongan Abdul-Qais datang menghadap Rasulullah saw, seraya berkata: "Wahai Rasulullah, kami berasal dari perkampungan Rabi'ah. Hubungan kami dan engkau terhalang oleh orang-orang kafir Bani Mudhar. Oleh karena itu kami tidak dapat menemuimu kecuali pada bulan Haram, bulan Dzulqa'dah, Dzulhijah, Muharam, dan Rajab. Karena hal yang demikian, maka perintahkanlah kepada kami tentang sesuatu yang mampu kami lakukan dan kami sampaikan kepada orang lain." Rasulullah saw kemudian bersabda: "Aku memerintahkan kepada kamu empat perkara, dan melarang kepada kamu tentang empat perkara pula. Aku perintahkan kepadamu agar beriman kepada Allah," Kemudian Rasulullah menjelaskan hal tersebut kepada mereka. Rasulullah saw pun kemudian bersabda lagi: "Mengucapkan dua kalimah syahadat: La ilaha illallahu hu wa anna muhammadan rasulullahi. Mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, dan mengeluarkan seperlima dari harta rampasan perang. Dan aku melarang kamu agar tidak membuat arak di dalam bekas yang diperbuat dari labu, bekas yang diperbuat dari tanah, bekas yang diperbuat secara melubangkan batang pokok, atau bekas yang dilumur tir." Selanjutnya Rasulullah saw bersabda: "Ingatlah semua itu, dan sampaikan kepada orang-orang yang berada di belakangmu."

Dalam sebuah riwayat diterangkan, bahwa ketika utusan rombongan Abdul-Qais sampai di kota Madinah, maka semua rombongan segera pergi menghadap Rasulullah saw kecuali Al-Asyaj. Dia tenang-tenang berganti pakaian dan menghias diri, baru kemudian menghadap Rasulullah. Ketika Rasulullah bertanya kepada rombongan itu: "Adakah kalian mewakili kaummu?" Mereka menjawab: "Ya, benar." Tetapi Al-Asyaj justru berkata: "Wahai Rasulullah, kami akan berbaiat (berjanji setia) untuk diri kami. Kemudian bila kami ke kampung halaman, maka akan menyampaikan ajaran-ajaranmu kepada kaum kami. Karena itu, barang siapa tunduk patuh, maka dia termasuk golongan kami. Dan barangsiapa menentang maka terserah." Oleh karena itu kemudian Rasulullah saw memuji kepada Al-Asyaj: "Engkau memiliki dua sifat yang sangat dicintai Allah swt: ketenangan dan kesabaran."

Perlu dimengerti bahwa pada dasarnya hadis di atas menerangkan tentang rukun Iman dan rukun Islam, serta perintah agar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Demikian pula menerangkan tentang perintah menuntut ilmu dan menyebar-luaskannya kepada umat manusia, serta perintah agar mentaati hukum-hukum agama.

Baca Selengkapnya ....

Iman Penyebab Utama Masuk Surga

Posted by Unknown 0 komentar
1. Diriwayatkan dari Abi Ayub Al-Anshari ra, dia telah berkata: "Ada seorang lelaki kampung dalam keadaan musafir datang menghadap Rasulullah saw, lalu dia memegang tali unta Rasulullah. Lelaki itu kemudian berkata: "Wahai Muhammad, ceritakanlah kepadaku tentang perkara yang dapat mendekatkan diriku kepada surga dan menjauhkan diriku dari neraka." Rasulullah saw tidak segera menjawab, tetapi beliau malah memandang ke arah para sahabat, seraya bersabda: "Sesungguhnya dia adalah orang yang telah mendapat petunjuk." Kemudian Rasulullah bertanya kepada lelaki tersebut: "Apakah perkara yang engkau tanyakan tadi?" Lelaki itu mengulang pertanyaannya, kemudian Rasulullah saw bersabda: "Hendaklah engkau mengabdikan diri kepada Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain. Dirikanlah shalat, keluarkanlah zakat, dan sambunglah hubungan kekeluargaan." Selanjutnya Rasulullah bersabda kepada lelaki itu: "Sekarang lepaskanlah unta ini."

2. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia telah berkata: "Ada seorang lelaki kampung (A'rabi) datang menghadap Rasulullah saw, seraya berkata: "Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan diriku ke dalam surga." Rasulullah saw kemudian bersabda: "Hendaklah engkau mengabdikan diri kepada Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain. Dirikanlah shalat sebagaimana yang telah difardhukan, dan keluarkanlah zakat yang diwajibkan atas dirimu, serta berpuasalah pada bulan Ramadhan." Orang itu kemudian berkata: "Demi Allah yang diriku berada di atas kekuasaan-Nya, aku tidak akan menambah atau tidak akan menguranginya sama sekali apa yang telah dijelaskan kepadaku." Setelah orang itu pergi, Rasulullah saw pun kemudian bersabda: "Barangsiapa yang ingin melihat ahli surga, maka lihatlah lelaki ini."

Hadis diatas menerangkan, bahwa iman adalah penyebab utama bagi seseorang untuk meraih derajat tinggi di dalam surga. Dan bukti keimanan seseorang dapat dilihat dari sejauh mana dia mentaati serta melaksanakan perintah Allah subhana wa ta'ala.

Baca Selengkapnya ....

Pertanyaan tentang Rukun Islam

Posted by Unknown Selasa, 23 April 2013 1 komentar
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia telah berkata: "Kami dilarang bertanya sesuatu kepada Rasulullah saw. Maka kami merasa sangat berbahagia apabila ada seseorang dari kampung yang cukup bijak datang menghadap Rasulullah saw untuk mengajukan pertanyaan kepada beliau dimana kami dapat mendengar perbincangannya. Sesaat kemudian datang seorang lelaki dari daerah pedalaman, lalu bertanya kepada Rasulullah: "Wahai Muhammad, utusanmu telah datang kepada kami dan menyatakan kepada kami bahwa engkau telah diutuskan oleh Allah. Benarkah itu?" Lalu Rasulullah saw menjawab: "Memang benar." Lelaki itu kemudian bertanya lagi: "Sekiranya benar, siapakah yang menciptakan langit?" Rasulullah menjawab, seraya bersabda: "Allah Swt." Lelaki itu bertanya lagi: "Siapakah yang menciptakan bumi?" Rasulullah saw menjawab: "Allah Swt." Kemudian lelaki itu bertanya lagi: "Siapakah yang menegakkan gunung-gunung dan menjadikannya sebagaimana keberadaannya sekarang?" Rasulullah saw menjawab: "Allah Swt." Lelaki itu terus bertanya: "Demi pencipta langit dan bumi serta yang menegakkan gunung-gunung adakah, adakah Allah yang telah mengutusmu?" Rasulullah saw menjawab: "Ya, benar. Allah telah mengutusku." Lelaki itu bertanya lagi: "Utusanmu menyampaikan pesan bahwa kami wajib mendirikan shalat sebanyak lima waktu dalam sehari semalam. Benarkah itu?" Rasulullah saw menjawab: "Memang benar." Lelaki itu bertanya lagi: "Demi Allah yang mengutusmu, adakah Dia yang mewajibkan perkara ini kepadamu?" Rasulullah saw: "Ya, benar." Lelaki itu bertanya lagi: "Utusanmu menyampaikan pesan bahwa kami wajib mengeluarkan zakat dari harta dari kami. Benarkah itu?" Rasulullah saw menjawab: "Memang benar." Lelaki itu bertanya lagi: "Demi Allah yang telah mengutusmu, adakah Dia yang mewajibkan perkara ini kepadamu?" Rasulullah saw menjawab: "Ya, benar." Lelaki itu bertanya lagi: "Utusanmu juga menyampaikan pesan bahwa kami diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadhan pada setiap tahun. Benarkah itu?" Rasulullah saw menjawab: "Memang benar." Lelaki itu bertanya lagi: "Demi Allah yang mengutusmu, adakah dia yang mewajibkan perkara ini kepadamu?" Rasulullah saw menjawab: "Ya, benar." Lelaki itu berkata lagi: "Utusanmu menyampaikan pesan bahwa kami wajib mengerjakan ibadah haji di Baitullah sekiranya berkemampuan. Benarkah itu?" Rasulullah saw menjawab: "Memang benar." Kemudian lelaki itu pergi, seraya berkata: "Demi Allah yang telah mengutuskanmu dengan kebenaran, aku tidak akan menambah atau mengurangi apa yang telah engkau jelaskan." Setelah mendengar kata-kata lelaki tersebut, Rasulullah kemudian bersabda: "Sekiranya dia membenarkan kata-kata yang diucapkannya, niscaya dia akan masuk surga."

Baca Selengkapnya ....

Shalat sebagai Bagian dari Rukun Islam

Posted by Unknown 0 komentar
Diriwayatkan dari Thalhah bin Ubaidillah ra, dia telah berkata: "Seorang penduduk Najd datang menghadap Rasulullah saw dengan keadaan rambut yang kusut. Kami mendengar nada suaranya, tetapi tidak memahami kata-katanya. Setelah mendekat kepada Rasulullah saw kemudian dia terus bertanya tentang Islam. Lalu Rasulullah saw bersabda: "Islam adalah shalat lima waktu dalam sehari semalam." Lelaki itu bertanya lagi: "Masih adakah shalat lain yang diwajibkan kepadaku?" Rasulullah saw kemudian menjawab: "Tidak ada, kecuali jika engkau ingin melakukan shalat secara sukarela (shalat sunat)." Rasulullah kemudian bersabda lagi: "Selanjutnya hendaklah kamu berpuasa pada bulan Ramadhan." Lalu lelaki itu bertanya lagi: "Masih adakah puasa lain yang diwajibkan kepadaku?" Rasulullah menjawab: "Tidak ada, kecuali jika engkau ingin melakukan puasa secara sukarela." Rasulullah saw lalu menerusakan sabdanya: "Keluarkanlah zakat dari hartamu." Kemudian lelaki itu bertanya: "Adakah terdapat zakat lain yang diwajibkan kepadaku?" Rasulullah menjawab: "Tidak ada, kecuali jika ingin mengeluarkannya secara sukarela, berupa sedekah." Kemudian lelaki itu pergi, seraya berkata: "Demi Allah, aku tidak akan menambah dan tidak akan menguranginya." Rasulullah saw kemudian bersabda: "Dia sangat beruntung sekiranya membenarkan kata-katanya dengan menepati apa yang telah diucapkannya."

Baca Selengkapnya ....

Iman, Islam, dan Ihsan

Posted by Unknown Senin, 22 April 2013 0 komentar
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia telah berkata: Pada suatu hari, ketika Rasulullah saw sedang bersama kaum muslimin, datang seorang lelaki kemudian bertanya kepada beliau: "Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksudkan dengan iman?" Lalu Rasulullah bersabda: Hendaklah kamu percaya kepada Allah, para Malaikat, semua Kitab yang diturunkan, hari pertemuan dengan-Nya, para Rasul, dan percaya kepada hari Kebangkitan." Lelaki itu kemudiam bertanya lagi: "Wahai Rasulullah, apakah pula yang dimaksudkan dengan Islam?" Rasulullah kemudian bersabda: "Islam adalah mengabdikan diri kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain, mendirikan shalat yang telah difardhukan, mengeluarkan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa pada bulan Ramadhan." Kemudian lelaki itu bertanya lagi: "Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksudkan dengan Ihsan?" Rasulullah kemudian bersabda: "Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, Sekiranya engkau tidak melihat-Nya, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah senantiasa memperhatikanmu." Lelaki itu bertanya lagi: "Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat akan datang?' Rasulullah saw lalu bersabda: "Sesungguhnya orang yang bertanya lebih mengetahui daripada orang yang di tanya. Walaupun demikian, namun aku tetap akan menceritakan kepadamu tentang tanda-tanda datangnya hari kiamat: Apabila seorang hamba telah melahirkan majikannya. Artinya, apabila orang-orang miskin telah menjadi pemimpin masyarakat, kemudian menginjak-injak hak-hak mereka. Dan apabila masyarakat yang pada asalnya penggembala kambing kemudian mampu bersaing dalam menghiasi bangunan-bangunan secara berlebihan di antara mereka, maka pada saat itulah hari kiamat akan tiba. Dan ada lima rahasia lagi yang tidak boleh diketahui  kecuali hanya Allah saja Yang Maha Mengetahuinya. Kemudian Rasulullah saw membaca Surat Luqman ayat: 34 yang menegaskan: "Sesungguhnya hanya Allah yang lebih mengetahui, bilakah akan datang hari kiamat, dan Dia pulalah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang berada di dalam rahim seorang ibu yang mengandung. Dan tidak ada seorang  pun yang mengetahui apa yang akan terjadi pada esok hari, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui di manakah dia akan menemui ajalnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi sangat meliputi pengetahuan-Nya." Kemudian lelaki itu pergi meninggalkan majelis. Rasulullah saw kemudian bersabda kepada salah seorang sahabat: "Silahkan panggil orang itu kembali." Lalu para sahabat berkejaran ke arah lelaki tersebut untuk memanggilnya kembali, tetapi mereka dapati lelaki itu telah hilang. Kemudian Rasulullah saw bersabda: "Lelaki tadi adalah Jibril as. Kedatangannya adalah untuk mengajar manusia tentang agama mereka."

Hadis di atas menerangkan tentang Iman, Islam, Ihsan, serta percaya kepada takdir Allah Swt dan tanda-tanda orang yang tidak percaya terhadap takdir. Dan menerangkan pula tentang tanda-tanda datangnya hari kiamat, serta lima rahasia yang tidak boleh diketahui oleh umat manusia, dan hanya Allah Swt sajalah yang mengetahuinya.

Baca Selengkapnya ....

Ancaman Mendustakan Rasulullah

Posted by Unknown 0 komentar
1. Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra, dia telah berkata: Rasulullah saw telah bersabda: "Janganlah kamu sekalian mencoba mendustakan aku, karena sesungguhnya orang yang mendustakan aku akan dimasukkan ke dalam siksa api neraka."

2. Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia telah berkata : "Sesungguhnya aku dilarang meriwayatkan hadis kepadamu terlalu banyak, karena Rasulullah saw telah bersabda: "Barangsiapa yang sengaja mendustakan aku, maka hendaklah dia mempersiapkan diri untuk menerima adzab api neraka

3. Diriwayatkan dari Mughirah ra, dia telah berkata: aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya pendustaan terhadap diriku adalah tidak sama dengan pendustaan yang dilakukan terhadap seseorang. Sebab orang yang sengaja mendustakan aku akan disediakan baginya adzab dari api neraka."

Hadis diatas menerangkan tentang ancaman bagi orang yang meriwayatkan hadis palsu (maudhu'), kemudian tidak diterangkan bahwa hadis tersebut adalah palsu


Baca Selengkapnya ....

Download Film

Ricky Pratama's Blog support EvaFashionStore.Com - Original design by Bamz | Copyright of Hadis-Hadis Shahih.

dakwatuna.com

VIVAnews

news.detik

Berita Dan Informasi Online Indonesia - okezone.net